Conducting LC50 test

Penelitian (uji) dilakukan dalam dua tahap, yaitu uji pendahuluan dan uji utama. Peralatan yang digunakan di dalam penelitian ini antara lain biota uji, media uji,  peralatan kultur seperti akuarium dan gelas piala, alat gelas, alat ukur kualitas air, timbangan, serta wadah uji.
Beberapa lembaga ilmiah di Amerika Serikat telah mengeluarkan beragam metode kerja dalam uji toksisitas akut (LC50). Sebagian besar metode kerja dalam penelitian ini diadopsi dari Standard Method for the Examination of Water and Wastewater (Eaton et al. 1995).
Uji pendahuluan dilakukan untuk menentukan konsentrasi ambang atas (N) yaitu konsentrasi terendah media uji yang mengakibatkan semua biota uji mati dalam kurun waktu 24 jam setelah dipaparkan pada media. Uji pendahuluan juga menentukan nilai ambang bawah (n), yaitu konsentrasi tertinggi media uji yang yang menyebabkan semua biota uji hidup dalam kurun waktu 24 jam setelah dipaparkan pada media. Konsentrasi uji yang digunakan berjumlah 5, dengan menggunakan faktor seri konsentrasi pengenceran 0,5 (100, 50, 25, 12,5, 6,25%) atau 0,3 (100, 30, 10, 3, 1%).

Selanjutnya nilai (N) dan (n) digunakan untuk menentukan selang antara konsentrasi media uji yang digunakan dalam uji toksisitas akut (uji utama). Penentuan selang antara konsentrasi media uji untuk uji utama berdasarkan pada persamaan Komisi Pestisida Departemen Pertanian 1983 in Naibaho 1996.

Uji utama toksisitas akut pada penelitian ini menggunakan tipe short term toxicity test – static test. Karena praktis dan tidak terlalu mahal, tipe uji ini sangat cocok untuk mengukur toksisitas akut.
Setelah biota uji ditebarkan ke masing2 wadah uji, selanjutnya dilakukan pengamatan tingkah laku dan kelangsungan hidupnya. Pengamatan ini dilakukan secara periodik dan regular, yaitu pada jam ke 2, 4, 6, 8, 24, 48, 72, dan 96. Kematian biota menjadi parameter utama dalam uji ini. (Eaton et al. 1995).

Leave a comment