Teringat saat kuliah dulu…saya menjadi sangat salut dan terinspirasi oleh keberadaan fitoplankton..tahu mengapa?
~~~
Semua tumbuhan hijau dikaruniai ikatan-ikatan kompleks yang membentuk suatu pigmen warna, chlorophyll namanya. So well-known, materi ini mampu mengoksidasi karbon dioksida sehingga menghasilkan oksigen, plus elektron2 yang mereka pakai untuk mensintesis karbohidrat, makannya sendiri. Ukuran penghasilan karbohidrat ini dikenal dengan istilah Produktivitas Primer (PP), dengan satuan gram karbon (C) per meter kuadrat per tahun. Seingat saya, dalam kuliah, di alam ini fitoplankton menjadi kumpulan organisme nomor satu dalam perolehan PP.
Teman, disinilah mereka mengajari kita arti sebuah kemandirian. Secara absolut, setiap makhluk (termasuk alam) bergantung kepada Sang Khaliq. Namun, tumbuhan hijau, khususnya fitoplankton sangat kredibel mengkompilasi elemen2 disekitarnya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Kunci kemandirian secara given ada di dalam dirinya sendiri, yaitu the chlorophyll.
Teman, bersyukurlah kita karena diberi modal awal gratis oleh Allah berupa selaut potensi dan kelebihan. Instead, seiring dengan waktu Allah pun mengasah potensi-potensi kita itu dengan penuh perhatian. Dalam bentuk ujian misalnya. Berbekal potensi dan kekuatan karakter inilah kita berbuat dan terus berbuat, ditemani dengan hangatnya nyala lilin-lilin harapan. Dengan tidak mengandalkan dan bergantung kepada orang lain, kita pasti mampu lompat dan melesat lebih tinggi.
Kemandirian adalah tongkat estafet yang akan berpidah menuju kepedulian. Yang terakhir inilah menjadi penyebab Rasulullah, para Sahabat, Imam Bukhari-Muslim, Sayyid Quthb, Nobel, Newton, menjadi orang-orang besar yang dikenang dalam deret waktu kehidupan. Sejarah dengan sangat bangganya menceritakan berkubik-kubik pengorbanan mereka dalam membangun peradaban manusia. Mereka senantiasa hidup, karena semasa hidupnya mereka terus memberi. Mereka bisa memberi karena mereka mandiri, memiliki sesuatu untuk diberi.
~~~
Begitulah fitoplankton, di alam ini, di lautan lepas, ia selalu merelakan dirinya menjadi santapan bagi Pari Manta, Paus Biru dan biota-biota besar lainnya. Sebagai produsen, populasi mereka memang sangat besar, namun mereka tetaplah fitoplankton…
Sadar, bahwa mereka hanyalah biota mikron yang tahu perannya dalam kehidupan.