ADITYA HERRY EMAWAN. Penggunaan Daphnia sp. Dalam Analisis Bioassay Untuk Menduga Toksisitas Akut (LC50) Limbah Pemboran Minyak Bumi. Dibimbing oleh MAJARIANA KRISANTI dan HEFNI EFFENDI.
Kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi menghasilkan limbah yang berpotensi toksik bagi lingkungan perairan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menduga nilai toksisitas akut (LC50) limbah hasil pemboran minyak bumi yang masuk ke dalam perairan tawar. Uji toksisitas akut dalam penelitian ini menggunakan Daphnia sp. sebagai biota uji, dipaparkan selama 96 jam dengan menggunakan tipe static test. Uji ini dilakukan dengan dua tahap, uji pendahuluan dan uji utama. Hasil uji pendahuluan berupa konsentrasi ambang bawah (n) dan ambang atas (N) yang masing-masing sebesar 150.000 ppm dan 300.000 ppm. Hasil ini kemudian diterapkan untuk mendapatkan lima konsentrasi uji utama, dengan hasil masing-masing sebesar 172.300 ppm, 197.900 ppm, 227.300 ppm, 261.100 ppm, dan 279.900 ppm. Pengujian konsentrasi pada uji utama ini dilakukan selama 96 jam yang disertai dengan pengamatan tingkah laku serta beberapa parameter kualitas air. Dengan mengunakan metode analisis probit manual maupun berbasis software data mortalitas Daphnia sp. ditransformasi sehingga dugaan nilai LC50 berhasil diperoleh, sebesar 222.080 ppm. Artinya, konsentrasi limbah pemboran minyak bumi sebesar 222.080 ppm mampu membunuh 50% populasi Daphnia sp. Apabila limbah ini masuk ke dalam perairan dengan konsentrasi 222.080 ppm, rantai makanan yang ada di lingkungan perairan bisa terputus karena kemamampuan limbah membunuh 50% populasi Daphnia. Selain itu limbah pemboran minyak bumi mempengaruhi fluktuasi pH media diluar batas yang mampu ditolerir Daphnia sp. Oleh karena limbah pemboran minyak bumi terdiri dari sebagian besar cutting, minyak, drilling mud, dan beberapa bahan yang keluar dari sumur pemboran, maka limbah ini tidak dapat dimanfaatkan kecuali dengan sangat hati-hati. Pembuangan limbah ini harus mengikuti peraturan yang telah dikeluarkan, sedangkan untuk pemanfaatannya harus melalui tahapan yang telah disusun agar aman digunakan.