Sungai Itu Seksi

Semoga anda terprovokasi dengan judul diatas, hehe. Kali ini saya menyuguhkan cerita tentang SUNGAI, dimana salah satu bagian alam ini banyak dijumpai di Indonesia dan selalu ada hal menarik yang dapat dipotret darinya.

Kebetulan saya terlahir di daerah yang dilewati sungai, yaitu sungai Cisadane. Sungai Cisadane adalah salah satu sungai utama di Propinsi Banten dan Jawa Barat. Sumbernya ada di Gunung Salak – Pangrango (Kabupaten Bogor, sebelah Selatan Kabupaten Tangerang) dan mengalir ke Laut Jawa. Nah, sungai yang panjangnya sekitar 80 km ini menjadi sumber air baku untuk minum, industri dan irigasi.

Bendungan Pintu 10 Cisadane (Foto : Koleksi Pribadi)

Dulu waktu saya sekolah (1990-2003), sungai Cisadane kotor banget dan beraroma anyir (sampe sekarang masih anyir sih (-_-;)..). Dan pas kuliah, eh ternyata masih sama.. (⌣_⌣..) . Airnya cokelat, sampahnya banyak, hadeuuh.. nggak seksi dah pokoknya. Namun, karena menyadari kondisi serta pentingnya peran dan posisi sungai ini, masyarakat dan pemerintah berupaya agar semakin hari sungai cisadane semakin berubah.

Dan, tadaa… sekarang cisadane sudah mirip mirip di eropah sanah loh (ˆ⌣ˆ)ʃ  Memanjang sidewalk yang bersih dan tertata, lalu ada taman, lampu-lampu dan bangku-bangku yang cozy. Saat cuaca hangat dan bersahabat, hembusan angin, rindangnya pepohonan dan cicicuit burung sangat memanjakan hati. Setiap tahun ada festival Cisadane yang ramai dengan acara, lomba – lomba, dan wisata kuliner. Hal ini ternyata mengundang orang-orang untuk datang dan menikmati sungai! Wow, a lot of changes. hmmm.. ini baru seksi (^▽^). (Liat dong fotonyaa..) :

The sidewalk w(^o^)W

Saya jadi ingat Sungai Kapuas saat perjalanan di Pontianak. Agak ragu ketika teman teman bilang kalau pernah minum air sungai Kapuas pasti keingetan terus dan bakalan balik lagi kesana.. Apalagi waktu @diniehz posting tentang sungai kapuas. Apa coba yang dia tulis, sebait lirik lagu lama :

Sungai Kapuas punye cerite

Bile kite minom aeknye

Biarpun pergi jaoh kemane

Sunggoh susah nak melupakannye…

Dan benar saja, saya seperti teringat ingat terus tentang Kapuas. Hehe.

Kapuas ini sungai yang panjang dan lebar, digunakan untuk berbagai macam keperluan masyarakat Kalbar seperti transportasi, baku air minum, dan industri. Namun kesan saya terhadap Kapuas ada pada penggunaannya untuk wisata, transportasi dan budidaya ikan. Walau airnya terlihat cokelat dan kadang kemerahan, tapi jangan salah.. banyak ikannya loh. Banyak warga yang mancing disana. Kalau beruntung mungkin bisa dapat ikan arwana yang lepas dari tambak – tambak sekitar sungai. Hihi.

Kapuas juga seksi. Banyak cafe dan tempat – tempat penting berada di tepian sungai Kapuas. Kalau malam suasananya romantis. #eeaa. Seperti di tempat – tempat lainnya, sungai ini juga sering jadi venue festival tahunan, seperti Festival Meriam Kapuas yang diselenggarakan di hari – hari terakhir pada bulan Ramadhan. Ketika sudah malam takbiran, masyarakat memenuhi jalan raya dan jembatan untuk menyaksikan “perang” meriam di sisi sungai Kapuas. Bunyinya itu loh..sangaarr, petasan mah lewaat..(^▽^)

    

Sungai itu seksi kalau bisa digunakan sesuai peruntukannya dan menjadi bagian dari alam yang bisa kita nikmati.. selalu menarik untuk dikunjungi. Seperti sungai Hanalei, Kauai di Hawaii atau sungai Yangtse di China da sungai – sungai di luar negeri, sangat tertata, bersih dan menjadi tempat yang nyaman untuk didatangi. Baru saja Hari Air Sedunia sama sama kita peringati. Mari menjaga sungai untuk kepentingan kita dan generasi mendatang, dengan cara menjaga kebersihannya. Setuujuuu ?? 🙂

Leave a comment